polisi

Jika sebelumnya kita telah berbicara mengenai apa itu SNI dan syarat mutu suatu produk agar dapat disertifikasi SNI, maka sekarang kita masuk ke fase berikutnya, yaitu: syarat unjuk kerja, pemercontohan dan penandaan.

Syarat unjuk kerja
Syarat unjuk kerja adalah seperangkat ketentuan yang harus lulus saat pengujian. Pengujian meliputi:
1. Penyerapan Energi Kejut Pada Tempurung (Shock Absorption Test) dan Penetrasi.
2. Sistem Penahan: Efektifitas sistem penahan & Keandalan sistem penahan pada tali pemegang.
3. Ketahanan Impak Miring

Pemercontohan
Langkah berikutnya adalah pemercontohan. Contoh uji akan diambil secara acak, dibawah 100 minimum 8 buah helm dari partai yang sama dan maksimum 16 bila jumlah helm diatas 100. Kemudian masuk ke dalam tahap pengujian. Tentunya pengujian menggunakan alat-alat dan metode khusus. Helm akan dinyatakan lulus uji apabila memenuhi standar yang telah ditetapkan (lihat poin-poin sebelumnya).

sni-on-helmetPenandaan
Langkah terakhir adalah syarat penandaan. Helm yang telah lulus uji SNI, maka akan menggunakan label SNI.

Gimana Bro…Udah lebih ngerti tentang SNI dong? Nah, sekarang saatnya ngecek apakah helm kita udah memenuhi poin-poin SNI atau ngga. Kalo belum, saatnya ganti helm nih! Sedikit merogoh kocek untuk keselamatan diri sendiri ngga ada salahnya ‘kan. Mulai deh browsing di in-store tokohelm.com…Siapa tau ada helm SNI dengan motif keren yang nyantol di hati. Hepi hunting, Bro and keep on safety riding!

Sumber : http://www.bsn.go.id/sni/about_sni.php dan pedoman SNI untuk Helm pengendara kendaraan bermotor roda dua untuk umum (BSN- 2007)


Share on Facebook