pantai di sawarna

“Cuy, kapan touring lagi? Mau long weekend Cuy. tapi ngga tau nih mau kemana???” (Berpikir keras sampe memble). Jangan jadi memble dong Bro, hanya gara-gara bingung menentukan daerah tujuan touring berikutnya. Tokohelm.com punya gebetan keren. Namanya Desa Sawarna, yang terletak di bagian selatan Provinsi Banten dan di bagian barat Pelabuhan Ratu. Sebenarnya daerah ini sering dikunjungi dengan kendaraan roda empat. Tapi dengar-dengar, banyak juga motor yang nekad melalui jalur ini. Nah siapa tau, bro-bro semua terpancing pengen melancong ke sana dengan motor andalan. Kurang lebih kayak begini nih tempatnya.

sawarna mapPerjalanan ke Desa Sawarna memakan waktu sekitar 5–7 jam kalo menggunakan mobil pribadi atau angkutan umum. Untuk mobil pribadi, bisa lewat rute Jakarta-Rangkasbitung-Malimping-Bayah. Setibanya di pasar Bayah, sebaiknya mobil ditinggalkan. Lalu lanjutkan perjalanan dengan angkutan desa sejenis jip 4 wheel drive biar bisa ngelewatin track yang cukup berat.

“Mutiara” apa yang dimiliki Desa Sawarna hingga pantas bersusah-payah dan berpeluh keringat demi mengunjunginya? Salah satu harta yang ada Desa Sarwana adalah pantai-pantai nan indah yang konon, menurut salah satu harian ibukota, pantai bertaraf internasional. Sebut aja Pantai Pulau Manuk , Pantai Ciatir dan Pantai Laguna Pari.

Pantai Pulau Manuk terletak di barat desa. Kita bisa cium aroma khas laut dan ngerasain butir-butir pasir putih pantai membelai kaki (yang pasti bukan aroma kaki, Bro!). Di salah satu sisi pantai ada hutan suaka alam. Kalau lagi beruntung, bisa menjumpai macan di hutan ini. Cukup menantang sih bagi yang punya jiwa petualang (Ngga keder dong kalo ketemu macan?).

sawarna landscapeSedangkan Pantai Ciatir ada di sebelah selatan Sawarna. Di timur pantai, terdapat Tanjung Layar yang dikelilingi tembok alami akibat abrasi gelombang laut. Kalo ngga hujan, di sini adalah daerah ideal buat menikmati sunset. Katanya sih Cuy, tempat ini juga romantis bagi yang pengen “nembak” pasangan (suit suit). Dengan perpaduan semilir angin laut (asal jangan kentut), nyala api unggun dan bintang-bintang yang bertaburan di langit malam…pasti suasana pol romantis! Dijamin kaga bakal ditolak deh, hehehe.

Oke, kembali ke topik awal…Desa Sawarna. Di desa ini juga ada gua batuan gamping. Salah satunya yang cukup tersohor adalah Gua Lalay. Alkisah Gua Lalay terjadi akibat retakan pada batu gamping sebagai akibat pengaruh tektonik. Retakan itu berfungsi sebagai jalan air yang melarutkan batu gamping tersebut. Selanjutnya air yang melarutkan batu gamping mengendap dan menghasilkan berbagai ornamen gua. Bagian dasar gua ini merupakan sungai bawah tanah yang berlumpur dengan ketebalan 10 – 15 cm. Panjang gua diperkirakan sampai 1000 meter.

Gimana Cuy, pilihan kali ini cukup mengacaukan adrenalin bukan? Jangan buang-buang waktu lagi, Bro. Siapkan perangkat perang dan segera tune-up motor kebanggaan biar afdol menaklukan rute Desa Sawarna. (CS)

Bahan: http://www.sinarharapan.co.id/feature/wisata/2002/02/1/wis01.html, istimewa/foto: istimewa


Share on Facebook